Selasa 16 Oktober 2018 | 5 Safar 1440 H | 03:59:40
IP Anda : 54.196.26.1
 
 
LHKPN dan LHKASN cegah potensi tindak Pidana Korupsi
Gedung kantor tempat memberikan aktivitas pelayanan dimulai
LAPORKAN DUGAAN PELANGGARAN MAUPUN KETIDAKPUASAN PELAYANAN APARAT PERADILAN
AfrikaansArabicChinese (Simplified)CzechDutchEnglishFrenchHindiIndonesianJapaneseRussianSpanishYiddish

ARSIP DOKUMEN

Terbaru
Laporan Tahunan/Akuntabilitas
  • LKjIP PTA KENDARI TAHUN 2015
    Secara umum dapat disimpulkan bahwa dari enam sasaran strategis yang ditetapkan dalam Penetapan/Perjanjian Kinerja Tahun 2015,…
  • LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2015
    Penyusunan Buku Laporan Tahunan 2015 ini disusun berdasarkan Surat dari Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 525-1/SEK/KU.01/XII/2015…
  • LAKIP PTA Kendari Tahun 2014
    Laporan Akuntablitas Kinerja Instansi Pemerintah satuan kerja Pengadilan Tinggi Agama Kendari Tahun Anggaran 2014
  • Laporan Tahunan PTA Kendari TA 2014
    Laporan Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Pengadilan Tinggi Agama Kendari dalam kurun waktu tahun 2014, baik…
  • LAKIP PTA Kendari TA 2013
    Laporan Akuntablitas Kinerja Instansi Pemerintah satuan kerja Pengadilan Tinggi Agama Kendari Tahun Anggaran 2013
Laporan Keuangan
Laporan Inventaris/BMN
Laporan Kepegawaian
Laporan Perkara
E-book

:: DETAIL

HARI IBU KE-89 DIPERINGATI BERSAMA PTA SULTRA DAN PA KENDARI

Wakil Ketua PTA Sulawesi Tenggara membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI pada Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-89 Tahun 2017 yang digelar di Halaman Kantor PTA Sultra (22/12/17)

 

Kendari – Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Tenggara dan Pengadilan Agama Kendari Kelas IA kembali menggelar upacara gabungan Peringatan Hari Ibu Ke-89 Tahun 2017. Upacara digelar di Halaman Kantor PTA Sultra pada Jum’at (22/12/17).

 

Upacara yang digelar tepat pukul 08.00 WITA ini mengambil tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya’, sesuai Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 1034/SEK/HM.01.2/12/2017 tanggal 20 Desember 2017. Surat tersebut merupakan tindak lanjut Surat Menteri Sekretaris Negara RI, Nomor : B1176/M.Setneg/Set/TU.00.04/12/2017 Tanggal 18 Desember 2017 Tentang Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-89 Tahun 2017.

 

Pada upacara kali ini, Wakil Ketua PTA Sultra H. Cholidul Azhar bertindak sebagai Pembina Upacara. Sedangkan H. Basir Ahmad, SH., MH. bertugas sebagai Pemimpin Upacara.

 

Sesuai arahan Pembawa Acara Hj. Suhartina, SH., MH., upacara bergulir dengan penghormatan dan laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara. Kemudian acara berlanjut dengan pengibaran sang saka merah putih oleh Pegawai PA Kendari Kelas IA dan mengheningkan cipta serta pembacaan teks Pancasila yang dipimpin Pembina Upacara.

 

Kemudian, Bahcrul Sudaryono, S.Kom. dan Ulfah Makmur, S.Kom. membacakan Teks Pembukaan UUD 1945 dan Sejarah Hari Ibu. Upacara kemudian berlanjut dengan menyanyikan Hymne Hari Ibu, Amanat Pembina Upacara, menyanyikan Mars Hari Ibu serta pembacaan do’a oleh Drs. Hasnawir Badru, MH.

 

Suasana Upacara Peringatan Hari Ibu ke-89 yang digelar bersama oleh PTA Sulawesi Tenggara dan Pengadilan Agama Kendari Kelas IA (22/12/17)

 

Peringatan Hari Ibu menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pembina Upacara, adalah untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia.

 

“Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia, yang telah berjuang bersama – sama kaum laki – laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat”.

 

Menteri Yohana Yembise menuturkan dasar pengambilan tema Peringatan Hari Ibu ke-89. Menurutnya, perempuan dan laki-laki memiliki peran dan kedudukan yang setara dalam mencapai tujuan negara serta didalam memperjuangkan kesejahteraan di semua bidang pembangunan seperti bidang pendidikan, ekonomi, sosial, politik dan hukum.

 

“Perempuan dan laki laki juga mempunyai kesempatan, akses serta peluang yang sama, sebagai sumberdaya pembangunan sebagaimana target yang harus dicapai dalam tujuan pembangunan nasional jangka menengah dan jangka panjang maupun tujuan tujuan pembangunan berkelanjutan sampai tahun 2030”.

 

22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu dan Hari Nasional pada Tahun 1959 dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959. Penetapan tanggal tersebut sebagai hari ibu adalah berdasarkan Peristiwa Kongres Perempuan Indonesia pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

 

Upacara peringatan hari ibu berlangsung khidmat dan sederhana. Usai upacara berakhir, seluruh peserta upacara beramah tamah di lobi Kantor PTA Sultra dengan menyantap hidangan seadanya. (t.rom)